Belajar Fisika Berarti Belajar untuk Mendekat KepadaNya

Slide 1

Slide 2

Slide 3

Slide 4

Slide 5

Slide 6

Slide 7

Showing posts with label Akhlaq. Show all posts
Showing posts with label Akhlaq. Show all posts

Thursday, February 21, 2019

Jangan Pernah Menghina Keluarga dan Sahabat Nabi

Di dalam kitab ‘Allimu Awladakum Mahabbata Ali Bait al-Nabiy dijelaskan bahwa yang tergolong ahlul-bait adalah Sayyidatuna Fathimah, Sayyidina Ali, Sayyidina Hasan dan Sayyinina Husain –radhiyallahu ‘anhum. Mereka semua termasuk ahlul-kisa’ yang disebutkan dalam hadits. “Dari Ummi Salamah – radhiyallahu ‘anha, “Setelah turun ayat (QS. al-Ahzab 33) “sesungguhnya Allah bermaksud menghilangkan dosa kamu hai ahlul-bait (anggota keluarga Rasulullah).
Dan dia hendak membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” Maka Rasulullah SAW menutupkan kain kisa’-nya (selimutnya) di atas Ali, Fathimah, Hasan dan Husain, seraya berkata, “Ya Allah mereka adalah ahli baitku. Maka hapuskanlah dari mereka dosa dan sucikanlah mereka sesuci-sucinya. (HR. al-Tirmidzi [2139].
Begitu pula istri-istri Nabi merupakan keluarga Nabi berdasarkan keumuman ayat al-Qur’an, Yakni firman Allah SWT “Nabi itu lebih utama bagi orang mukmin daripada diri mereka sendiri. Dan Istri-istri Nabi adalah ibu mereka” (QS. al-Ahzab: 6). serta manthuq (arti tersurat) hadits yang menerangkan tentang anjuran membaca shalawat kepada Nabi SAW, istri dan keluarga beliau”. “Dari Abu Humaid al-Sa’idi ia bertanya kepada Rasulullah SAW bagaiamana cara kami membaca shalawat kepadamu?. Rasulullah SAW menjawab: Bacalah, “Ya Allah mudah-mudahan engkau selalu mencurahkan shalawat kepada Muhammad, istri dan anak cucunya.” (HR. al-Bukhari [2118]). (‘Allimu Awladakum Mahabbata Ali Bait al-Nabiy, hal. 18).
Sedangkan sahabat nabi adalah orang yang pernah bertemu Nabi Muhammad SAW ketika beliau masih hidup walaupun sebentar, dalam keadaan beriman dan mati dengan tetap membawa iman. (Al-Asalib al-Badi’ah, hal. 457).
Dalam keyakinan Ahlussunnah Wal-Jama’ah, mencintai keluarga dan sahabat Nabi SAW, sekaligus memberikan penghormatan khusus kepada mereka merupakan suatu keharusan. Ada beberapa alasan yang mendasari hal tersebut:.
Pertama, mereka adalah generasi terbaik Islam. Menjadi saksi mata dan pelaku perjuangan Islam. Bersama Rasulullah SAW menegakkan agama Allah SWT di muka bumi. Mengorbankan harta bahkan nyawa untuk kejayaan Islam. Allah SWT meridhai mereka serta menjanjikan kebahagiaan di surga yang kekal dan abadi. Firman Allah SWT:
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلاَ تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ اْلأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلاَةَوَءَاتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُالرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا (الأحزاب: 33)
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta’atilahAllah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul-bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”. (QS. al-Ahzab: 33).
وَالسَّابِقُونَ اْلأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَاْلأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْبِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِيتَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (التوبة: 100)
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. al-Taubah: 100).
Kedua, Rasulullah SAW sangat mencintai keluarga dan sahabatnya. Dalam banyak kesempatan, Rasulullah selalu memuji para keluarga dan sahabatnya. Melarang umatnya untuk menghina mereka. Beliau SAW bersabda:
عَنْ اَبِيْ سَعِيْدٍ الْخُدْرِي قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ J ، إِنَّنِيْ تَارِكٌ فِيْكُمُالثَّقَلَيْنِ كِتَابَ اللهِ وَعِتْرَتِيْ أَهْلُ بَيْتِيْ (رواه الترمذي ، 370)
“Dari Abi Sa’id al-Khudri ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku tinggalkan untuk kalian dua wasiat, Kitabullah (al-Qur’an) dan keluargaku.” (HR. al-Tirmidzi [370]).
Dan sabda Rasul SAW:
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ لاَ تَسُبُّوْا أَصْحَابِيْ لاَ تَسُبُّوْاأَصْحَابِيْ فَوَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَاأَدْرَكَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلاَ نَصِيْفَهُ (رواه مسلم، 4610)
“Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian mencaci para sahabat, janganlah kalian mencaci sahabatku! Demi Dzat Yang Menguasaiku, andaikata salah satu diantara kalian menafkahkan emas sebesar gunung Uhud, maka (pahala nafkah itu) tidak akan menyamai (pahala) satu mud atau setengahnya dari (nafkah) mereka”. (HR. Muslim [4610]).
Dari sinilah, mencintai keluarga dan sahabat Nabi adalah mengikuti teladan Rasulullah SAW yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari mencintai Nabi SAW.
Ketiga, Tuntunan dan teladan ini juga diberikan oleh keluarga dan sahabat Rasul sendiri. Di antara mereka terdapat rasa cinta yang mendalam. Antara satu dengan lainnya saling menghargai dan menghormati. Indahnya persahabatan yang terjalin di antara mereka bahkan telah diabadikan dalam al-Qur’an yang artinya, “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku` dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. (QS. al-Fath: 29). Hal ini dibuktikan dari ungkapan-ungkapan mereka:
  1. “Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Sesungguhnya Abu Bakar berkata, “Sungguh kerabat Rasulullah SAW lebih aku cintai daripada kerabatku sendiri”. (HR. al-Bukhari [3730]).
  2. ”Dari Ibnu Umar RA, dari Abi Bakar RA, beliau berkata, ”Perhatikanlah Nabi Muhammad SAW pada ahlul-bait-nya” (HR. al-Bukhari [3436]).
  3. “Dari Wahab al-Suwa’i, ia berkata, “Sayyidina Ali RA pernah berkhutbah kepada kami. Beliau bertanya, “Siapa orang yang paling mulia setelah Nabi Muhammad J? Aku menjawab, “Engkau wahai Amirul Mukminin”. Sayyidina Ali RA berkomentar, “Tidak, hamba yang paling mulia setelah nabinya adalah Abu Bakar, kemudian Umar.” (Al-Syafi, Juz II, hal. 428).
  4. “Ketika sahabat Umar dimandikan dan dikafani, Sayyidina Ali RA masuk, lalu berkata, “Tidak ada di atas bumi ini seorangpun yang lebih aku sukai untuk bertemu Allah SWT dengan membawa buku catatan selain dari yang terbentang di tengah-tengah kalian ini (yakni jenazah Sayyidina Umar).” (Ma’ani al-Akhbar, hal. 117).
  5. Dari 33 putra Sayyidina Ali RA tiga di antaranya diberi nama Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Dari 14 putra Sayyidina Hasan RA dua di antaranya diberi nama Abu Bakar dan Umar, dan di antara 9 putra Sayyidina Husain RA dua di antaranya diberi nama Abu Bakar dan Umar. Pemberian nama ini tentu saja dipilih dari nama orang-orang yang menjadi idolanya, dan tidak mungkin diambil dari nama musuhnya. (Al-Hujaj al-Qath’iyyah, hal. 195).
  6. Bagi Ahlussunnah Sayyidina Ali RA adalah seorang imam yang mulia dan harus dijadikan panutan. Sayyidina Ali RA adalah seorang pemberani dan sekali-kali bukanlah seorang pengecut. Sebagai pemimpin pasukan, di antara sekian banyak peperangan yang dilakukan pada zaman Rasul SAW, beliau selalu menjadi pahlawan yang tak terkalahkan. Karena itu tidak mungkin beliau bersikap penakut dan pura-pura atau taqiyah apalagi mengajarkannya. Di samping itu, Sayyidina Ali RA adalah sosok yang bersih hatinya dan jauh dari sifat pendendam. Sikap dan perilaku beliau telah membuktikan bahwa beliau bukan jenis manusia yang di dalam hatinya penuh dengan dendam kesumat, karena itu tidak mungkin beliau mengajarkan mengumpat dan mencaci maki orang yang dicintai Rasulullah SAW dan dihormati oleh beliau sendiri seperti Sayyidina Abu Bakar RA, Sayyidina Umar RA, Sayyidina Utsman RA, Sayyidatuna ‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha– dan lain sebagainya.
Inilah beberapa alasan yang melandasi keharusan mencintai keluarga dan sahabat Nabi SAW. Sudah tentu kecintaan dan penghormatan yang diberikan adalah secara berimbang. Tetap berpedoman pada prinsip tawassuthtawazundan i’tidal. Jauh dari cinta dan fanatisme buta.
Sumber: KH. Muhyidin Abdusshomad, Hujjah NU, Akidah-Amaliah-Tradisi, 75-80
Share:

Monday, July 25, 2016

SURAT BUAT ABAHKU DAN UMMIKU DI SYURGA


SURAT BUAT ABAHKU DAN UMMIKU DI SYURGA


   بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

أشهدُ أنْ لا إلهَ إلاَّ الله

وأشهدُ أنَّ محمّدًا رسولُ الله

إِنَّا للهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ‎‎

Selamat jalan Abahku, selamat bertemu dengan Ummi dan Mas Ony Firdaus, semoga engkau mendapatkan tempat sesuai dengan apa yang dijanjikan oleh Tuhanmu, yaitu berupa kenikmatan di akhirat yang kekal dan tiada batas, aamiiin....
Sesuai yang dijanjikan Allooh melalui RosulNya : Para syuhada' itu ada tujuh kelompok selain yang terbunuh di jalan Allah, yaitu : orang yang mati terserang penyakit tha'un adalah syahid, orang yang mati tenggelam juga syahid, orang yang terserang tumor juga syahid, orang yang sakit perut pun syahid, orang yang terbakar juga syahid dan orang yang meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan pun syahid dan seorang wanita yang meninggal dunia yang sedang mengandung juga syahid." HR. Malik, Abu Dawud, An Nasa'I dan lainnya. Al Hakim berkata, "Bersanad shahih." Dan disepakati oleh Adz Dzahabi, juga ada di dalam kitab Nashoihul Ibad – Asy Syeikh Nawawi bin Umar Al Banteniy)


Wahai Abahku, sungguh perjuanganmu dalam menegakkan agama Allooh sangat luar biasa, engkau menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan bersama dengan Ummi mulai dari keluargamu, anak-anakmu, tetanggamu, sahabat karibmu, hingga masyarakat desa disekitarmu. Engkau terus memperjuangkan agama Allooh mulai dari hal yang terkecil hingga hal yang besar dan mulai dari masa mudamu hingga engkau tua dan meninggal dunia.

Wahai Abahku, Engkau bersama dengan Ummi mengajari anak-anak kecil untuk bisa membaca Al-Qur’an, Engkau ikut serta dalam mempelopori gerakan pembangunan dua masjid di desa ini, Engkau menjadi ta’mir masjid di tengah-tengah kesibukanmu dalam menjalankan bisnis usahamu dan pekerjaan PNS kamu, Engkau bersama dengan Ummi menjadi pelopor dalam kegiatan majelis taklim baik untuk kalangan bapak-bapak maupun untuk kalangan ibu-ibu yang sampai saat ini masih berlangsung, Engkau yang menentukan arah kiblat untuk tiga masjid yang sampai saat ini setiap orang yang sholat di tiga masjid tersebut selalu menghadap kiblat sesuai dengan arah yang telah engkau tentukan. Engkau ikut serta menjadi pelopor berdirinya madrasah baik tingkat MI maupun MTs yang sampai saat ini masih berlangsung. Engkau bersama dengan Ummi membangun sebuah kebun yang ditanami dengan puluhan pohon sehingga dapat memberi manfaat bagi orang-orang yang ada disekitarnya.  Engkau bersama dengan Ummi mendidik anak-anaknya dengan pendidikan agama melalui dunia pesantren hingga menjadikan anak-anak yang sholih dan sholihah yang bisa mendoakan kedua orang tuanya. Engkau bersama dengan Ummi juga memiliki tabungan atas meninggalnya mas Ony Firdaus sebelum ia baligh, semoga mas Ony Firdaus dapat menuntun kalian dalam menitih sirath untuk menuju syurganya Allooh SWT. Terlalu banyak jasa-jasamu bersama dengan Ummi hingga aku tak mampu untuk menyebutkan semuanya disini.
 

Wahai Abahku, semoga setiap amal kebaikan yang kamu lakukan bersama dengan Ummi dapat menjadikan ladang amal jariyah yang akan terus mengalir sampai hari akhir esok.

Wahai Abahku dan Ummiku, jika pada hari senin kami memperingati hari lahir dan wafatnya Rosullulloh SAW dan Abu bakar As-Shiddiq, maka pada hari kamis kami memperingati hari lahir dan wafatnya kalian berdua.

Wahai Abahku dan Ummiku, insyaaAllooh dengan sekuat tenaga aku anak-anak kalian ini akan menjalankankan amanat yang telah kalian berikan kepada kami, maafkan kami jika kami belum bisa mencontoh kebaikan sebagaimana kebaikan yang kalian lakukan selama di dunia ini. Dan yang terakhir, doakan kami semua anak-anak kalian agar senantiasa berada dalam ketaatan kepada Allooh hingga akhir hayat kami, serta dapat bermanfaat bagi manusia yang lebih banyak lagi, serta dapat menyusul kalian dalam keadaan syahid dan khusnul khotimah, aamiiiin.....
:) 

Share:

Saturday, December 26, 2015

DOA YANG TERTUNDA

Tertundanya saat pengabulan setelah doamu bertubi-tubi, janganlah membuat kamu berputus asa. Allah menjamin terkabulnya doa sesuai apa yang Dia pilih untukmu, bukan menurut pilihanmu sendiri; dan pada waktu yang Dia kehendaki bukan pada saat yang kamu mau.

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Doa seseorang senantiasa akan dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk perbuatan dosa ataupun untuk memutuskan tali silaturahim dan tidak tergesa-gesa."
Seorang sahabat bertanya; 'Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan tergesa-gesa? ' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: 'Yang dimaksud dengan tergesa-gesa adalah apabila orang yang berdoa itu mengatakan; 'Aku telah berdoa dan terus berdoa tetapi belum juga dikabulkan'. Setelah itu, ia merasa putus asa dan tidak pernah berdoa lagi. (HR Muslim)
Share:

BETAPA RABUNNYA MATA HATI INI

Kesungguhanmu untuk mengejar sesuatu yg telah dijamin pasti untukmu (berupa rizki duniawi) dan kelalaianmu dari menekuni apa yg menjadi tanggungjawabmu (berupa pengabdian ibadah kepadaNya), adalah bukti atas rabunnya mata hatimu. (AL - HIKAM)
Share:

Mengacu pada Kebaikan Alloh

Siapa yang menjelaskan sesuatu dengan acuan kebaikan dirinya, maka dia akan terdiam oleh kesalahannya. Dan siapa yang menjelaskan sesuatu dengan mengacu pada kebaikan Alloh bagi dirinya, maka ia tidak akan terdiam meskipun melakukan kesalahan ....
Share:

Wujud Alloh Menyebabkan Adanya Alam

Betapa jauh perbedaan antara orang yg berdalil bahwa wujud Allah menyebabkan adanya alam, dgn yg berdalil bahwa adanya alam menunjukkan adanya Allah.
Orang yg berdalil dgn wujudnya Allah itu mengerti betul bahwa kebenaran adalah bagi pemiliknya, sehingga ia menetapkan segala perkara dari wujud asalnya. sedang yg berdalil dgn alam utk wujudnya Allah adalah karena tidak adanya wushul kepadaNya. Betapa tdk, bilakah Allah itu ghaib sehingga diperlukan bukti utk mengetahui wujudNya ? Dan bilakah Dia itu jauh sehingga benda-benda alam perlu mengantarkan kepadaNya ? (Kitab Al - Hikam)
Share:

JANGAN MENGHINA ORANG LAIN

JANGAN MENGHINA ORANG LAIN
Janganlah kamu menghina orang lain. ketahuilah, bahwa apa yang nampak olehmu tidak selalu buruk. "Jadilah orang yang mengganggap baik orang baik, dan menganggap diri sendiri masih dalam kekurangan. "


Janganlah engkau membenci seseorang hanya karena dia pernah berbuat salah kepadamu.
Ingatlah kebaikannya, agar engkau mudah utk memaafkannya.
Share:

"SIAPA YANG MENYAMBUNG SILATURRAHIM BERARTI DIA TELAH BERJALAN MENUJU SYURGA"

Rasullulah SAW bersabda : Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk dan ketika Dia telah menyempurnakan ciptaanNya, maka bangkitlah si rahim seraya berkata : tempat aku berdiri ini apakah tempat orang meminta perlindungan (kpd Mu) dari al-qatiah (mereka yg memutuskan ikatan persaudaraan). Allah berfirman : Benar, apakah engkau tidak rela jika Aku memberikan rahmat kpd orang yg menyambung ikatan persaudaraan (silaturrahim) dan Aku memutus rahmat kpd orang yg memutus ikatan persaudaraan? si rahim menjawab : ya Tuhanku, aku rela. Allah berfirman : itulah tempat yg layak bagimu, kemudian Rasullulah SAW bersabda : kalau kalian mau baca firman Allah dlm surat Muhammad : 22-24 :
هَلْ عَسَيْتُمْ إِن تَوَلَّيْتُمْ أَن تُفْسِدُوا فِي اْلأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ أُوْلَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَى أَبْصَارَهُمْ
Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? mereka itulah yg dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka, dan dibutakanNya penglihatan mereka. Maka apakah mereka tdk memperhatikan Al-Qur'an atau hati mereka terkunci. (HR. Muslim : 4634 ; Bukhari : 5528 ; Ahmad : 8017)

Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan Mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang Itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam). (QS. Ar-Ra'du : 25)
Rasullulah SAW bersabda : Rahim itu tergantung di arsy serta berkata : barangsiapa menyambung pada rahim (silaturrahim), Allah akan menyambung rahim (rahmat & nikmatNya kpdnya), dan barang siapa memutus rahim (qati'u rahim) Allah akan memutus rahim kpdnya. (Shahih Jami'us Shoghir i / 664 : 3549)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
مَا مِنْ ذَنْبٍ أَحْرَى أَنْ يُعَجِّلَ اللهُ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوْبَةَ فِي الدُّنْيَا مَعَ مَا يُدَّخَرُ لَهُ فِي اْلآخِرَةِ مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيْعَةِ الرَّحِمِ
“Tidak ada dosa yang Allah swt lebih percepat siksaan kepada pelakunya di dunia, serta yang tersimpan untuknya di akhirat selain perbuatan zalim dan memutuskan tali silaturahmi” (HR Tirmidzi) (Shahih Jami'us Shoghir i / 994 : 5704)
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ (رواه البخاري ومسلم)
Dari Anas bin Malik RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Barangsiapa ingin dilapangkan baginya rezekinya dan dipanjangkan untuknya umurnya hendaknya ia melakukan silaturahim.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Rasullulah SAW bersabda : Sebaik-baik kebaktian adalah seseorang yang menyambung tali persahabatan dengan orang-orang yang disenangi bapaknya, setelah bapaknya wafat (HR. Muslim)
Share:

AMALAN YANG DITOLAK

Orang yg melakukan 4 amalan, tanpa adanya peningkatan amal kebaikan, berarti menunjukkan bukti bahwa amalnya ditolak :
1. Setelah berjihad / berjuang di jalan Alloh tp tdk bisa meningkatkan amal baiknya...
2. Sehabis melakukan puasa romadhon, tp tdk bisa meningkatkan amal baiknya...
3. Sepulang menunaikan ibadah haji, tp tdk bisa meningkatkan amal baiknya...
4. Sesudah sembuh dr sakit, tp tdk bisa meningkatkan amal baiknya, berarti dosanya blm bisa tertebus...
Abu Nadlrah (kitab Tanbihul Ghofilin)
Share:

Nasehat Hasan Basri

📃 Nasehat Hasan Basri:
1. Aku tahu rizqiku tidak akan diambil orang lain, karena itu hatiku selalu tenang.
2. Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang lain, karena itulah aku sibuk beramal shaleh.
3. Aku tahu الله Ta'ala selalu memerhatikanku,karena itulah aku malu jika الله melihatku sedang dalam maksiat.
4. Dan aku tahu kematian itu sudah menungguku, karena itulah aku selalu menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan الله........
Share:

Thursday, March 19, 2015

HUSNUL KHULUQ


Ya Rasulallah salamun 'alaik                 #      Ya Ra rafi'asya ni waddaroji
Afatayaji rodzal 'alami                          #       Ya u hailal judiwal karomi ...(2x)

Husnul khuluq iku mungguh artine       #        Nurut dawuhe Imam Ghazali
Sifat kang mancep ing jero ati              #        Kang nglahirake amal kang edi ... (2x)

Mungguh contone akhlak kang mulyo  #       Ing dalem Qur'an kang kito woco
Yo iku tansah seneng ngapuro               #       Marang manungso kang nganingoyo.... (2x)

Nomer lorone gelem mrintahake          #        Nglakoni amal kang sae sae
Nomer telune gak gatek ake                 #        Marang wong bodoh kang nglara ake .... (2x)

Akhlak kang bagus iku contone           #        Ing dalem hadits Nabi dawuhke
Nomer sijine gelem nyambungke        #        Wong  kang  medot ing familine …… (2x)

Nomer lorone gelem maringi               #         Ing wong kang ora tau  nguwehi
Nomer telune gelem ngampuni           #          Marang wong kang podo dzolimi …. (2x)

Conto baguse budi pekerti                  #         Nurut dawuhe Syeh Hasan Basri
Nomer sijine ajer wajahe                    #         Nomer lorone tulung kancane …. (2x)

Nomer telune nyegah awak e             #         Jo gawe loro ing wong liyane
Budi pakerti jo dilalek ke                  #          Supoyo  parek ing Pengerane …. (2x)

Budi kang luhur sifate Nabi             #          Kabeh wong Islam kudu nglakoni
Lamun ngakoni demen Jeng Nabi    #          Ugo demen Ilahi Rabbi  …. (2x)

Nabi den utus gowo rohmate           #         Marang wong alam sekabehane
Iku manungso ugo liyane                #         Supoyo ayem  tentrem  uripe …. (2x)
 
Share:

Wednesday, April 16, 2014

APAKAH MEREKA MASIH PERCAYA TUHAN ?

UNAS curang....
PEMILU curang....
Kecurangan terus ada dimana-mana

Jika pemimpin saja mengajarkan tentang kecurangan
Jika guru juga mengajarkan tentang kecurangan
Lantas, kemana lagi kita akan belajar tentang kejujuran
Lantas, kemana lagi kita akan belajar tentang kebenaran

Meskipun negeri ini bukan negara agama,
Namun, negeri ini adalah negeri yang beragama
Negeri yang percaya bahwa Tuhan itu ada
Apakah mereka tidak berfikir bahwa apa yang mereka lakukan bertentangan dengan norma keTuhanan
Apakah mereka tidak berfikir bahwa apa yang mereka lakukan akan di balas di hari akhir nanti
Ataukah meraka memang sengaja mengorbankan kehidupan yang kekal demi kehidupan yang fana ini
Ataukah meraka memang sengaja untuk "menantang Tuhan"

Kita nggak pernah tahu seberapa maklumnya Tuhan terhadap kita
Jika apa yang kita lakukan itu menyebabkan kemurkaanNya
Bersiaplah utk menghadapi pengadilanNya
Dalam sebuah kekekalan.....





Share:

Saturday, October 5, 2013

Hadits Rosul Tentang Pemimpin

Rasullullah SAW : suatu saat nanti ada 6 hal yg paling aq khawatirkan dari umatku
1. Munculnya pemimpin dari golongan pemuda
2. Banyaknya polisi (yg gak benar)
3. Terjadinya suap menyuap dalam masalah hukum
4. Renggang atau putusnya tali silaturrahmi
5. Meremehkan masalah amanah atau janji
6. Para pemuda yg menjadikan al-qur'an hanya sbg syair(nyanyian) tanpa mngetahui isinya dan tdk pula mengamalkannya

Ibnu Abbas RA : lbh baik aku mati saja daripada aku hidup di zaman yg spt itu....
Share: